Lost…

Muaraku telah mengering
Tiada lagi tetes air yang menenangkan perih dijiwaku
Kesabaranku yang telah kaubuktikan belum berbatas
Kini terhalang keangkuhanmu yang kian arogan
Aku terdiam dalam keterbatasanku
Aku terdiam dalam ketakberdayaanku
Dan aku terlempar dalam muara kering kebimbangan
Kau menghempasku dalam kelamnya kenyataan
Kau abaikan tanganku yang mencoba menggapai dalam bingung
Asaku telah pudar
Harapku telah sirna
dan aku limbung dan terhempas
Maafkanku karena semua ini
Kurasa sabarku kini berbatas
Karena aku masih ingin mengapai semua asaku kembali
Dan karena kuyakin masa depanku bukan hanya dirimu

Iklan

KAU….

lukisan burung merakBulir kristal yang beberapa saat lalu masih memenuhi kelopak mataku akhirnya jatuh jua

Perih mencubit mengalirkan semua sabarku menjadi amarah
Meruntuhkan dinding rapuh dihati dan kelopak mataku

Setelah semua tentangku telah kau rampas, kini hadirkupun tak kau anggap

Dalam perjalanan yang terasa makin sesak, ku abaikan setiap luka dan perihku, hanya buatmu
Hanya tentangmu yang kau perbolehkan hadir disetiap langkahku, bahkan disetiap mimpi sekalipun
Hanya kau
Hanya mimpimu
Hanya doamu
Hanya masa depanmu
Hanya jati dirimu
Hanya boleh tentangmu

Tanpa ada aku
Tanpa ada mimpiku
Tanpa ada doaku
Tanpa ada masa depanku
Tanpa ada jati diriku
Dan Tiada tentangku

Ada rasa dalam jiwaku
Ada jiwa dalam ragaku
Ada Harapan disetiap doaku
Dan ada masa depan dalam harapanku

Kini aku tak punya semua itu
Semua semakin memudar seiring punahnya asaku

Aku cuma punya waktu untuk hidup
Hanya sampai Dia memanggilku pulang
Dilebih setengah windu hidupku
Dan hanya panggilanNya yang kini aku tunggu

Aku lelah berlari
Aku sesak tertatih
Karena aku hanya mengejar hampa
Dan aku tak jua mendapat apa-apa
Asaku..Mimpiku…Doaku…
Semua harus kembali kutelan untuk kemudian kubuang

Hidup memang bukan untuk apa-apa, dan hidupkupun tak pernah menjadi apa-apa

Finally I’m K-Drama Fans

Being K-Drama fans?? Gak nyangka sebenarnya, apalagi awalnya aq agak illfill liat actor K-drama yang lebih banyak berpenampilan feminin. Gak nyangka juga kalo ternyata cerita di K-drama menarik, gak melulu menampilkan ke’glamoran kayak sinetron2 Indo.

Walaupun belum banyak K-drama yang kutonton, paling gak ada hal menarik yang aq perhatiin selalu ada disetiap cerita K-drama yang jarang ada disinetron indo.

Kalau kita hanya sepintas melihat K-drama, sepertinya hanya kelihatan tingkah laku yang agak kasar dan konyol dari pemainnya, tapi saat aq menonton dan mengerti jalan ceritanya, ternyata gak sekonyol dan sekasar yang terlihat.

Aq sih gak begitu paham budaya di Korea sana, tapi sepertinya apa yang kulihat di K-drama merupakan cerminan budaya sana juga. Mungkin seperti budaya yang ada disini, ada yang terlihat kasar diluar tapi sebenarnya gak seperti itu kalau saja kita mengerti.

Dialur cerita K-drama yang aq tonton (diantaranya Pinnochio, I hear your voice, 49days), banyak hal positif yang kudapat, antara lain, hampir semua cerita K-drama diakhiri dengan ending yang menjadikan semua hal buruk dalam cerita tsb berubah membaik dengan perubahan yang masuk akal.
Berbagai konflik yang terjadipun dibuat mengalir senatural mungkin, seperti kejadian nyata, walaupun sebenarnya ceritanya adalah cerita fiksi/fantasi dari sang penulis.
Penyelesaian konflik diurai sampai tuntas yang kemudian dikemas sebagai jalinan sebab/akibat dari inti cerita, jadi kita gak bisa benar2 menebak akhir ceritanya sebelum kita melihat keseluruhan k-drama.

Ada hal yang menarik lagi, mereka selalu menyelipkan pesan moral disetiap cerita, dan pesan itu secara jelas dilakonkan sebagai alat penyelesaian konflik/masalah yang timbul.
Dan menurutku cara yang cukup efektif untuk mengedukasi para remaja yang cenderung gak bisa mendengarkan, yah…minimal buat remaja yang menonton bisa melihat dan memahami bahwa kekuatan moral yang baik mampu menyelesaikan dengan hasil yang baik juga.

Kayaknya aku jadi ikutan ngefan sama sang aktornya deh, karena walau masih muda tapi aktingnya natural banget. #LeeJongSuk.

Hanya Tinggal Kenangan Tentangmu….

Kau masih tersembunyi dalam lubuk hatiku yang terdalam
Serpihan kenangan bersamamu adalah satu dari sekian banyak kenangan indah dalam hidupku

Aku memang tak mampu membeli waktu agar kembali kemasa indahku bersamamu
Bahkan jika mungkinpun aku takkan sanggup mengulang kembali rasa perihku kehilangan dirimu

Kini…biarlah hanya kenangan itu yang membantuku mengobati perih dan luka karena kehilanganmu

Karena kehilanganmu adalah kebodohan terbesarku
Ketakberdayaanku tuk menggapai khayalan indah bersamamu
Kebutaan hatiku sehingga aku tak mampu melihat bias kasih dimatamu
Kenaifanku menafsirkan segala hal tentangmu

Ku pikir aku akan mampu berlari menghindari semua kenyataan itu
Tapi ternyata….kebenaran akan terungkap entah bagaimanapun caranya

Jujur kuakui…aku tak mampu melihat semuanya dengan benar
Hingga akhirnya kau ungkapkan semua disaat yang terlambat

Tahukah kau ?
Hidupku ada dititik terendah saat itu, sehingga hanya menghindarimulah jalan yang Ǎ∂ä dibenakku, terlebih lagi..nalarku yang kerdil mengisyaratkan padaku kau tak mungkin bisα kumiliki
Karena sahabatku sendiri juga mempunyai rasa yang sama terhadapmu
Dan kau demikian dekat dengannya, dengan sahabatku Dan bodohnya aku….
Aku hanya mampu berlari menghindar dan membiarkan semuanya semakin mudah baginya mendapatkanmu

Apa yang harus aku sesali sekarang? Mungkin hanya kebodohanku
Dan aku tak mampu untuk mengubahnya
Inilah jalan hidup yang telah digariskanNya untukku

Today…July 31, 2015

Aku sering mendengar orang berkata “hidup berputar laksana roda”, tapi buatku hidup serasa tetap berjalan ditempat, selalu bergerak tapi tidak kian beranjak

Hidupku masih sama dengan hidupku yang dulu. Dengan kesumpekan yang sama walau orang yang berbeda. Kekurangan yang sama walau dengan tingkatan yang berbeda.

Hmmm…baru kutersadar, ternyata memang ada yang berbeda, meski dengan rasa yang sama.

Sering kudengar orang berkata “bersabarlah, karena ada masanya hidup harus dibawah untuk kemudian beranjak keatas”. Sulit rasanya menjadikan kata-kata itu sebagai penyemangat hidup jika yang seringkali terjadi adalah kebalikannya.

Ada yang seringkali bertanya bagaimana caraku bertahan pada setiap kenyataan hidupku, dan jawabanku selalu menjadi jawaban klise bahkan buatku sendiri.

Saat hari menjelang pagi, adalah saat kuhadirkan berbagai pertanyaanku pada Sang Empunya Hidup.
Apa yang harus kulakukan?
Sampai kapan harus kujalani hidupku sebagai penebusan dosa-dosa yang pernah kulakukan?
Benarkah semua yang terjadi adalah akibat perbuatan yang pernah aku lakukan?
Dan tentu saja tak kudengar jawabannya, tapi ketenangan luar biasa yang kudapat setelahnya kuanggap sebagai jawaban Sang Empunya Hidup atas setiap pertanyaanku.
Karena dalam ketenangan itulah segala sesakku mereda, segala kotor diotakku menjauh, dan setelahnya aku seperti dihadapkan pada luasnya dunia dengan aku sebagai titik kecil yang bahkan hanya terbias diantaranya.
Mungkin buatku, hidupku begitu menyesakkan, mungkin begitu juga hidup orang lain, tapi yang pasti dunia ini demikian luas dan kesempatanku merubah setiap titik dilangkahku selalu diberikan. Dan keputusan untuk itu ada pada diriku sendiri, bukan oranglain.

Masihkah aku bertanya, hidupku sama seperti yang dulu? Walau dengan sesak yang sama?

Aneh….

Semakin banyak yang kuungkap
Semakin banyak aku merasa kehilangan

Semakin banyak yang kurasa
Semakin banyak aku mendapatkan

Aneh…tapi itulah hidupku
Kejujuran seringkali bagai dua sisi mata uang

Dan seringkali pula menempatkanku dalam lautan keraguan

Bukankah kejujuran menjanjikan kedamaian ??

Aku akan menunggu saat itu tiba
Saat kejujuranku membawaku kekedamaian yang dijanjikan

Love….

Love is keindahan
Love is kedamaian
Love is kegalauan
Love is berbagi
Love is pengorbanan
Love is berani kehilangan
Love is keikhlasan
Love is kasih sayang
Love is everything
Love is topeng
Love is berbagai sandiwara
Love is pengendalian
Love is penjara
Love is perbudakan

Buatku…Love adalah menjaga setiap hati
Menjaga setiap tindakan

Naifku….

Dari berbagai cara orang menyikapi arti kesetiaan, mungkin pemikiranku tentang itu adalah kekonyolan bagi sebagian orang

Buatku kesetiaan adalah bentuk kepasrahan atas setiap kenyataan yang terjadi atas suatu keputusan yang telah kubuat

Konyol memang…bahkan cenderung bodoh
Gimana kalau ternyata kenyataannya aku harus mengubur dalam-dalam harapan, masa depan, impian bahkan jiwa yang terbelenggu?

Sayangnya, aku orang yang selalu percaya akan roda kehidupan dan kelewat naif
Hingga aku hampir selalu percaya bahwa jika aku terus bertahan, maka aku akan mendapatkan harapan dan impianku
Dengan catatan yang besar sebesar-besarnya “entah kapan”

Dan anehnya juga aku selalu percaya bahwa setiap orang akan mengalami perubahan sekecil apapun itu, tergantung dimana, bagaimana dan siapa yang bersedia mendampingi selama hal itu terjadi

Dan…sekali lagi aku percaya, kau akan mengalami perubahan itu, karena aku selalu ada dengan segala kenaifanku mendampingimu berubah menjadi lebih baik
Meski mungkin hanya padaku

Live It…!!!

Hidup seringkali membuatku terpaku dalam bingung
Membuatku terjerumus dalam terang dan gelap
Hingga warna kehidupan hanya terbias abu-abu

Dipersimpangan….
Hidup kembali membuatku terombang-ambing di ambang galau

Hingga kehadiranmu menyalakan nalar kehidupan dalam keabu-abuanku
Meski kau bukan siapa-siapa
Bukan sang penikmat hidup
Bukan sang penerang jalan
Bukan pula pemberi damai

Tapi hadirmu yang menggores perih diluka lamaku
Mengerjapkan mataku yang terpaku pada kenyataan seumpama mimpi buruk

Perih dan sakitku memang takkan bisa lenyap dalam sekejap
Tapi…kesadaran bahwa hidupku masih lebih berharga dari setiap luka dan perih itu membumbung melewati ubun-ubun kalbuku

Terima kasih atas setiap perih dan sakit ini
Karena telah membuatku menyadari betapa hidupku memang harus kujalani
betapapun beratnya hingga habis waktuku

Bukan kau pilihanku.

Aku mengenal Kak Andy memang belum lama. Dia ketua karang taruna dikomplek perumahan tempatku tinggal, rumah Ўªŋƍ belum lama orangtuaku beli setelah kami terpaksa terusir dari rumah Ўªŋƍ lama. Dimataku kak Andy orang Ўªŋƍ baik, walau agak nyeleneh dan nyentrik.

Kami mulai dekat saat dikomplek kami mengadakan acara perayaan Agustusan. Aku memang suka ikut andil dalam berbagai pementasan dipanggung agustusan, dulu dirumah lama kamipun hampir tiap perayaan agustusan aku ikut tampil mengisi acara, menari, menyanyi bahkan ikut lomba puisipun pernah, juara pertama pula. Karena itulah saat ditempat barupun aku ikut andil dalam pementasan drama dan vocal group, meski aku bukan orang Ўªŋƍ supel, tapi untuk urusan menari dan menyanyi, aku selalu percaya diri. Pribadiku Ўªŋƍ tak banyak bicara memang sempat membuatku tak percaya diri, karena itulah aku tak memiliki banyak teman. Mungkin karena pribadi kak Andy Ўªŋƍ mudah bergaul dengan siapa aja itulah Ўªŋƍ kemudian mendekatkan kami. Aku merasa nyaman ngobrol dengan kak Andy.

Aku ga tau pasti kapan tepatnya kami berdua mulai dekat, Ўªŋƍ aku ingat, kami mulai sering bertemu meski perayaan agustusan telah usai.

Jujur, awalnya aku naksir sama temannya, Aldy, sayangnya terlalu banyak teman2ku Ўªŋƍ bersaing memperebutkan dia, dan aku ga punya keberanian untuk ikut bersaing. Sadar diri kayaknya.

Semakin aku dekat, aku semakin tau siapa kak Andy sesungguhnya. Dan apa Ўªŋƍ terlihat diluar ternyata jauh dari kenyataan. Dulu aku sempat hanyut pada pribadi kak Andy Ўªŋƍ dewasa, tapi ternyata…. Apa Ўªŋƍ sesungguhnya jauh dari itu. Dia laki-laki Ўªŋƍ cengeng dan rapuh ternyata.

Aku sayang kak Andy, tapi Ǎ∂ä satu hal Ўªŋƍ kemudian membuatku memilih untuk pergi dari hidupnya, ketergantungannya pada alkohol. Aku selalu memintanya untuk berhenti karena aku sayang padanya, sayangnya, dia lebih memilih alkohol daripada aku. Dan akhirnya aku pergi…. Aku tak ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ menggantungkan hidupku pada orang Ўªŋƍ tidak mampu memperbaiki diri menuju masa depan Ўªŋƍ lebih baik.

Ǎ∂ä satu kejadian Ўªŋƍ tidak akan pernah aku lupakan. Kak Andy memang belum ßΐ$α move on dari hubungan kami. Hampir tiap hari dia berusaha menemuiku dan memohon kembali dengan janjinya untuk meninggalkan alkoholnya. Tapi aku sudah tak percaya └ά̲̣̣G̲̣̣̣̥ɪ̣̝̇,,:D, terlalu sering aku memberinya kesempatan, dan dia telah mengabaikan kesempatan itu. Hingga suatu kali…

Hari itu, aku Ўªŋƍ sedang jalan bareng teman-temanku tak sengaja bertemu dengan kak Andy dan teman-temannya. Anehnya, dia tak ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ menemuiku, dia menghindariku, masuk kerumah salah satu temannya, lalu menghindariku naik ke atap rumah. Aku tak tau kenapa dia berbuat seperti itu. Teman-teman Ўªŋƍ awalnya tak tau tentang berakhirnya hubungan kami, mulai kebingungan dan bertanya padaku apa Ўªŋƍ sudah aku lakukan pada kak Andy, sehingga membuatnya seperti itu.

Setelah kejadian itu, hilang sudah “rasa” itu dariku. Kenyataan bahwa kak Andy bukan saja rapuh dan cengeng, bahkan kekanak-kanakkan semakin memantapkan hatiku untuk menghapuskannya dari hidupku.
Dan kak Andy, maaf…ternyata kau bukanlah pilihanku.

Aku jatuh dalam kalimat “Istighfar” mu. (Chapter-2)

Sekarang… Rasa itulah Ўªŋƍ tinggal dan semakin menghimpitku dalam kebingungan. Apa maksud dari semua ini? Aku tidak berani berandai-andai, karena aku tak ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ berharap terlalu banyak, tapiii mengapa rasa itu semakin membingungkan. Hingga suatu saat, aku tak mampu lagi membendungnya.

Nuraini, teman mainku dirumah adalah satu2nya orang Ўªŋƍ kuceritakan tentang kebingunganku. Lalu ide gila itu datang, ide Ўªŋƍ akhirnya harus kusesali. Aku menyusun skenario bersama ‘Nung temanku. Aku memintanya menulis sepucuk surat buat Hardie dan menceritakan betapa dia kasihan melihatku dilanda bingung karena perasaanku pada Hardie, dan seolah ditulisnya surat itu tanpa sepengetahuanku. Mulanya ide itu adalah agar aku dapat mengetahui apa Ўªŋƍ dirasakan Hardie padaku, apakah sama atau aku hanya bertepuk sebelah tangan. Setelah surat itu dikirim, Jujur, aku panik. Bingung harus berbuat apa. Ketakutan dan rasa malu melandaku. Cewek macam aku, hingga melakukan ide gila itu, hingga akhirnya ….

Malam sblm hari itu, aku membulatkan tekadku untuk menemui Hardie. Aku berharap surat Ўªŋƍ dikirim ‘nung belum sampai dan Ўªŋƍ terpenting belum dibaca Hardie.

Aku bangun pagi dengan gemuruh dan rasa Ўªŋƍ campur aduk. Kucoba merangkai kata-kata Ўªŋƍ akan kuucapkan nanti. Aku berangkat sekolah dengan kegamangan dan kecemasan, gamang karena aku meragukan keberanianku, cemas karena aku takut jika keberanianku akan menjadi bumerang buatku. Tapi aku sadar, aku harus mengakhiri semua kegelisahanku, ketidakpastian Ўªŋƍ semakin membuatku terpenjara dalam rasa aneh tanpa ujung.

Sampai disekolah, mataku seakan mulai terbiasa dg ritme rutinku, mencari sosok Hardie diantara lalu lalang siswa sekolahku. Dan saat sosok itu terlihat, ketenangan itu kudapat. Rutinitas baru Ўªŋƍ berlebihan memang. Bahkan setidaknya menurutku sendiri.

Kucoba mengikuti satu persatu mata pelajaran hari itu, meski kian mendekati jam istirahat jantung semakin kencang berdetak. Keberanianku kadang bergantian naik-turun. Hingga aku mendengar….

“Teeettt….”, bel tanda istirahat berbunyi, aku Ўªŋƍ memang menunggunya mulai mencari sosok Hardie dg mataku. Keluar kelas, aku sengaja menunggu Hardie didepan kelasku, karena kelas Hardie berada disamping kelasku.Akhirnya Ўªŋƍ kutunggu keluar juga…
“dhie….” Kupanggil namanya dengan getaran nada Ўªŋƍ bergetar ditelingaku
Dia menghampiriku, tersenyum..
“Ǎ∂ä apa?” Jawabnya
“Aku ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ tanya sesuatu” kataku
“Tentang apa?” Masih dg tersenyum
Jujur, jantungku berdegub kencang, aku semakin cemas dan malu. Kata-kata Ўªŋƍ telah kusiapkan hilang entah kemana.
“Woi…ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ tanya apa?” Hardie membuyarkan lamunanku, kali ini dia buat senyumnya menjadi sebuah seringai lucu. Aduh, aku semakin merasa dia sudah membaca surat itu, wajahku mulai panas karena malu. Tapi aku tahu, aku harus berani untuk mengakhiri kebingunganku.
“Dhie… Aku ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ tanya, kamu sudah terima surat dari orang Ўªŋƍ namanya Nuraini ga? Kalau belum, nanti ga usah dibaca Ƴaa, kasih ke aku aja”
“Memangnya kenapa? Trus kalau sudah aku baca kenapa?” Hardie menjawabku dg pertanyaan Ўªŋƍ semakin membuatku cemas dan malu
“Kalau sudah kamu baca, pasti kamu sudah tau jawabannya. Kalau belum, lebih baik kalau ga usah tau aja. Ўªŋƍ ngirim itu temanku, dan dia ngirim tanpa sepengetahuanku. Dan aku yakin bener kalau isi surat itu ga seharusnya ditulis dan dikirim ke kamu” jelasku sedikit berdalih
“Aku sudah baca koq. Kayaknya lebih enak kalau ngobrolnya ga disini. Kita cari tempat duduk yuuk.” Hardie mendahuluiku masuk kelas dan duduk dibangkuku. Jantungku serasa mau copot, karena aku lihat banyak teman-teman sekelasku Ўªŋƍ mulai iseng bersiul meledekku. Aku ßΐ$α merasakan panas dimuka sampai leher, aku berani menjamin wajahku terlihat merah padam karena jengah dan malu.
Hardie melihatku sambil tersenyum, diraihnya tanganku lalu berkata, “aku memang sudah membaca surat dari teman kamu itu. Terima kasih karena kamu sudah menempatkanku ditempat Ўªŋƍ istimewa dihatimu. Saat ini aku ga ßΐ$α mengiyakan atau menolak semua rasa Ўªŋƍ Ǎ∂ä untukku, karena jujur aku belum begitu mengenalmu dan kamu juga belum kenal siapa aku Ўªŋƍ sesungguhnya.”
Hardie terdiam sesaat. Diremasnya tanganku dan kemudian berkata lagi, “aku ga berani menjanjikan apapun sama kamu, tapi aku ingin mencoba agar kita mengenal dulu satu sama lain, setelah itu biarlah waktu Ўªŋƍ memutuskan akan kemana hubungan itu berlanjut. Maukah kamu menjalani tahap pengenalan kita seperti itu?”
Aku diam dalam bingung. Aku tak tahu apa Ўªŋƍ harus aku lakukan sekarang. Karena jujur, aku sendiri ga ngerti apa Ўªŋƍ sudah terjadi di hatiku. Ўªŋƍ aku rasa saat itu, aku seperti melayang tapi dalam ketakutan. Aku senang karena Hardie menyikapi semua kejadian ini dg bijak, tanpa membuatku merasa terpojok atau terhina karena perasaan itu. Walau aku jg menyadari, belum Ǎ∂ä rasa Ўªŋƍ sebegitu kuat padaku seperti rasaku padanya.
Thanks Hardie, kamu sudah membuatku merasa nyaman dg keadaan ini, walau aku sadar aku hanya bertepuk sebelah tangan, dan tawaran untuk mengenalmu lebih dekat begitu menggiurkanku. Yah, aku ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ mengenalmu lebih jauh lagi, aku juga ingin kau mengenalku, bukan hanya sbg teman kursusmu tapi lebih pribadi dari itu.
Aku mantapkan hatiku, kutatap matanya, kucoba tersenyum lalu menganggukkan kepalaku.

Dan setelah hari itu, Ǎ∂ä aku dan Ǎ∂ä Hardie disampingku.

Seminggu sudah aku menjalani hubungan Ўªŋƍ kami sebut “penjajagan” ini. Hardie mulai mengenalkan siapa dia dan keluarganya padaku, walau dia ungkapkan itu melalui surat. Bahwa dia hanya tinggal bersama ibunya saja karena ayahnya telah pergi meninggalkan mereka sejak dia masih kecil. Satu hal Ўªŋƍ kukagumi darinya adalah semangatnya untuk merubah hidup dan mengangkat derajat keluarganya begitu besar. Karena hal itulah dia berusaha dengan keras mewujudkan keinginannya itu. Hardie juga termasuk siswa Ўªŋƍ cerdas dan aktif berorganisasi, hal Ўªŋƍ sangat bertentangan dengan kepribadianku Ўªŋƍ cenderung pasif dan ga percaya diri.
Dan pribadi Ўªŋƍ saling bertentangan itulah Ўªŋƍ kemudian membuat jarak Ўªŋƍ kian lama kian lebar antara kami. Kami tidak ßΐ$α berkomunikasi dengan baik, karena seringkali aku ga ngerti apapun atau siapapun Ўªŋƍ dibicarakan Hardie denganku. Teman Hardie banyak, sedangkan aku ga mengenal mereka satupun. Semakin lama aku semakin merasa terasing, ditambah lagi banyak teman-teman Hardie Ўªŋƍ memang kurang suka pd hubungan kami, karena menurut mereka aku ga sebanding dengan Hardie. Aku memaklumi hal itu, aku juga sadar kekuranganku. Hardie memang baik, dia masih mendampingiku walaupun karena kesibukannya aku lebih banyak sendiri belakangan ini. Aku semakin merasa terabaikan, tapi aku ga mau menyalahkan Hardie, karena semua Ўªŋƍ terjadi memang murni karena kepribadianku Ўªŋƍ kurang pergaulan dan rasa percaya diriku Ўªŋƍ minim.

Ujian akhir sekolah sudah semakin dekat, dan hubunganku dengan Hardie masih stag tak berkembang seperti Ўªŋƍ kuharapkan. Kami memang masih suka bertemu, kadang belajar bersama teman-temanku, bahkan Hardie pernah berkunjung kerumahku, berkenalan dengan mama dan adikku. Tapi semua tetap tak membuat perkembangan Ўªŋƍ memuaskan. Aku pasrah. Aku ga ßΐ$α memaksakan kehendakku. Biarlah semuanya berjalan dengan sendirinya, begitu pikirku. Pikiran Ўªŋƍ kemudian kusesali, karena akhirnya aku sadar, harusnya aku berusaha lebih keras mempertahankan hubungan kami.

Aku menyadari bahwa aku mulai kehilangan Hardie. Dia kian sering menghindariku, menempatkanku dalam kebingungan. Perasaan itu kian kuat setelah hasil akhir ujian kami dibagikan. Aku ga tau apakah kecurigaanku itu benar atau ga, tapi Ўªŋƍ kurasakan adalah, Hardie semakin menjauhiku setelah dia tahu bahwa hasil ujianku nilainya lebih tinggi dari hasil ujiannya. Tapi kemudian kutepis prasangka itu jauh-jauh. Aku percaya Hardie bukan tipe orang seperti itu.

Aku masih bersama Hardie saat pesta perpisahan sekolah, itupun cuma sesaat dia bersamaku, karena sepanjang waktu hingga pulang dia pergi meninggalkanku entah kemana. Akhirnya, akupun pulang sendiri.

Hubungan kami semakin memburuk setelah kelulusan. Hanya surat Ўªŋƍ sesekali datang mengabarkan keadaannya. Tak Ǎ∂ä kata-kata perpisahan Ўªŋƍ terucap, aku gamang dalam ketidakpastian. Pernah suatu kali aku berusaha minta bertemu, akhirnya kami memang bertemu dan pergi kerumah temanku bersama, setelah itu….hilang tak Ǎ∂ä kabar. Mungkin dia kecewa padaku karena aku tak ßΐ$α mengikuti pergaulannya, bukan karena aku ga ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣, tapi karena aku tak ßΐ$α. Rasa percaya diriku Ўªŋƍ kerdil kemudian membuatku semakin merasa aku tak sebanding dengannya. Aku terluka, memang, tapi bukan karena Hardie, karena kekerdilanku sendiri.

Akhirnya kisahku bersama Hardie harus berakhir tanpa kata perpisahan. Tapi kenangan saat-saat pertama aku “jatuh” dengan sebaris kata “Istighfar” tak pernah aku lupakan. Walau mungkin Hardie sendiri tak pernah mengingat hal itu, biarlah.

Kenapa aku terus yaa??

Setiap orang gampang banget menyalahkan orang lain, kenapa sih gak coba berkaca lalu koreksi diri.

Setiap hal pasti berlaku sebab akibat. Gak akan seperti îп̥̥̲̣î kalo saja dia ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ berkaca.

Sekian lama aku mampu bertahan, tapi sampai kapan?

Sampai kapan harus aku Ўªŋƍ disalahkan atas semua kejadian. Dan kenapa aku terus Ўªŋƍ selalu disalahkan??

Benarkah kau tak pernah salah?
Benarkah kau selalu benar?
Lalu apa gunanya ladang koreksi diri Ўªŋƍ selalu kau ajarkan padaku??
Jika kau sendiri tak pernah melakukan apa Ўªŋƍ kau harapkan aku lakukan?

Cukup sudah aku bertahan.
Aku sudah tak ℳa̶̲̥̅̊υ̲̣ └ά̲̣̣G̲̣̣̣̥ɪ̣̝̇,,:D seperti îп̥̥̲̣î.
Please izinkan aku pergi.
Mungkin tempatku memang bukan disini.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Think before say

Berpikir sebelum berucap akan menjauhkanmu dari penyesalan.

Karena saat perkataan telah keluar dari mulutmu, takkan dapat kau tarik kembali. 

Dari berbagai macam rasa yang telah hadir dalam perjalanan hidup kita, kemarahan dan kekecewaan adalah Rasa yang paling sulit kita kendalikan untuk tidak terucap.

https://dailypost.wordpress.com/category/community-pool/
#mydailypost

Jangan bandingkan rasaku… 

Jika Rasaku hanya kau nilai dengan materi, kau benar-benar tak mengenalku… 

Karena jika kau mengenalku, takkan kau biarkan aku tenggelam dalam kebimbangan dan kesendirian…. 

Ketulusan Rasaku tak sebanding dengan duniamu… 

Karena dalam duniamu, hanya ada terka tanpa rasa… 

Tetaplah dalam setiap prasangkamu yang kian menyesatkan jalanmu… 

Karena ditiap terkamu kian terlihat betapa dangkalmu mengenalku….